Langsung ke konten utama

Summit Karya Peringga Ancala


Judul: Summit
Penulis: Peringga Ancala 
Penyunting: Anida Nurrahmi
Penerbit: Ice Cube
Terbit: Mei 2015
Tebal: 193 halaman

KISAH di dalam novel Summit bercerita tentang Lika, gadis yang baru memasuki dunia perkuliahan itu bercita-cita menjadi guide perempuan berlisensi di gunung Rinjani. Sayang impiannya terganjal oleh statusnya sebagai salah satu bangsawan suku Sasak asli, ia perlu meyakinkan keluarganya. Kesempatan datang ketika Idan mahasiswa dari Jatinangor terdampar di Bandar Internasional Praya, Lombok Tengah. Laki-laki itu baru saja tertipu sebuah agen pendakian bodong. Ia beruntung mendapat pertolongan dari Lika, cita-citanya menyentuh puncak gunung Rinjani sebentar lagi terwujud.

Novel dengan tema pendakian memang selalu menawarkan sesuatu yang berbeda, seperti di dalam novel ini penulis setidaknya menyuguhkan tiga keunikan yaitu proses pendakian, keadaan Gunung Rinjani, dan karakter-karakter yang terasa natural.

Hal pertama adalah proses pendakian sendiri. Di dalam novel ini dijelaskan mengenai persiapan apa saja yang perlu dilakukan, dan apa saja yang harus dilakukan saat pendakian. Persiapan diperlukan seperti pengepakkan barang yang efesien. Dalam buku ini penulis menjelaskan bahwa jangan menggantungkan matras di atas carrier. Karena hal tersebut bisa berisiko tersangkut dahan pepohonan, juga akan basah terkena air saat hujan. Lalu barang yang paling ringan letakkan di bawah seperti sleeping bag dan pakaian tidur. Sedangkan beban berat usahakan ditaruh di atas agar tidak menghalangi saat mendaki, karena jika ditaruh di bagian bawah tas maka akan mengurangi fungsi topangan punggung. Juga mengenai hal-hal yang perlu dilakukan saat mendaki, ingat hal ini: jangan bunuh apa pun kecuali waktu, jangan ambil apa pun kecuali foto, dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak.

Hal kedua yaitu mengenai Rinjani sendiri. Beberapa pengetahuan baru dipaparkan lewat novel ini seperti jalur untuk pendakian aman bagi pendaki pemula yaitu Sembalun, satu yang lain Senaru untuk expert. Tiga pos akan dilewati jika via Sembalun, yaitu pos di ujung jalur Bawak Nao dan Sembalun, Tengegean, dan Padabalong. Selain itu suguhan suasana Bukit Penyesalan dan Danau Segara Anak pun tak lupa dihidangkan penulis di novel ini. Kalau boleh saya nilai, deskripsinya cukup apik dan terasa sekali karena sebagian besar dituturkan lewat Idan yang mana baru pertama kali ke Rinjani.

Sedangkan keunikan ketiga adalah karakter-karakternya sendiri. Idan, cowok bergaya kota yang cerewet, pengeluh, dan keras kepala. Niatnya yang memang mendaki hanya untuk membuktikan pada mantan pacarnya Yona akan terlihat saat tingkahnya di Rinjani, bahkan sejak di Senaru. Sedangkan Lika sendiri menurut saya she is too perfect, dia memang hebat dalam aksi-aksinya sebagai guide, dia juga cantik (menurut Idan), meskipun dia pendek dan bergaya rambut cepak. Untung karakternya terasa lebih manusiawi saat dia diuji dengan kegilaan sikap Idan.

Menurut saya buku ini bisa memenuhi penilaian saya sampai tiga bintang di Goodreads, itu artinya 'I liked it'. Karena muatan pengetahuannya cukup mudah dipahami bagi saya yang belum pernah sekali pun mendaki. Semoga penulis di kesempatan selanjutnya bisa membuat novel yang berisi lagi.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

D3 Bahasa Inggris Polban

[Review] Rahasia Tergelap by Lexie Xu

[Review] Antologi Rasa by Ika Natassa