Langsung ke konten utama

Cincin Separuh Hati Karya Netty Virgiantini

Sinopsis: Nilam benar-benar nekat! Demi menghindari pertanyaan “kapan kawin” di acara reuni SMA, Nilam memakai cincin bekas pertunangan sepupunya. Dia bahkan mengganti profile picture dan status jejaring sosialnya; “Bertunangan dengan Aryobimo”. Nilam lupa bahwa satu kebohongan akan membawanya pada kebohongan-kebohongan berikutnya. Hingga suatu hari, seorang lelaki bernama Aryobimo datang menemui Nilam, menuntutnya bertanggungjawab atas retaknya pernikahan lelaki itu karena dituduh telah berselingkuh dengan Nilam. Satu hal yang tidak Nilam duga, cincin separuh hati memaksanya menghadapi hantu-hantu masa lalu....
Judul: Cincin Separuh Hati
Penulis: Netty Virgiantini
Tebal : 280 halaman
Terbit : September 2015
Cover : Softcover
ISBN : 978-602-03-1932-2

Review
Ini adalah kisah kesekian racikan Mbak Netty yang saya baca. Sebuah kisah keluarga dan cinta. Benang merahnya adalah masa lalu dan keberanian melangkah ke masa depan. Ceritanya mengenai Nilam, si gadis yang sudah berusia hampir 35 tahun namun masih melajang. Masalah pelik dan berderet-deret bermunculan dalam hidupnya setelah tindakan bodohnya menghadiri reuni SMA dengan status bodong. Selang beberapa hari setelah acara yang dihadiri Nilam tersebut, ia ditodong pertanggungjawaban oleh Aryobimo, lelaki yang rumah tangganya di ujung tanduk. Semua karena Nilam. Setidaknya ada beberapa hal yang saya sukai dalam buku ini yaitu konflik-konfliknya, perwatakannya, dan resolusi ceritanya.

Yang pertama adalah konfliknya. Izinkan saya share terlebih dahulu salah satu quote di buku ini.

"Kenapa yang namanya penyesalan selalu berteman akrab dengan kata terlambat? Dan perpaduannya menghasilkan rasa bersalah yang terus muncul setiap saat tanpa terduga." (Halaman 163).

Dari mulai awal bab, penulis memang sudah menyuguhkan konflik yaitu kekeraskepalaan dan kebimbangan Nilam menghadiri reuni. Tetapi, menurut saya ledakan-ledakan konflik setelahnya-lah yang membuat buku Cincin Separuh Hati semakin seru, dari tindakan tak henti-hentinya Aryobimo yang meneror Nilam, kemunculan adik tiri Nilam bernama Nando yang semakin menambah beban Nilam, dan tentu saja kalang kabutnya hati Nilam akibat hantu masa lalu. Saya merasakan konflik keluarga begitu kuat di sini yang disebabkan hantu masa lalu alias ayah Nilam yang ingin menjalin hubungan baik lagi dengan Nilam. Padahal luka lama telah tertoreh, sesuai quote di atas. Ayah Nilam menyesal telah menyia-nyiakan Nilam dan ibunya. Mengakibatkan ibu Nilam mati karena sakit-sakitan disebabkan pikirannya yang terus didera rasa kecewa dan patah hati akibat ayah Nilam berpaling ke wanita lain. Hal inilah yang menyebabkan Nilam berjanji sampai kapanpun akan terus melajang. Karena baginya jatuh cinta membuat manusia berhalusinasi dan ketergantungan tanpa memikirkan efek sampingnya yaitu hancur tak berkesudahan ketika orang yang dicintainya pindah ke lain hati. Pembaca dapat menemukan banyak pesan dari konflik-konflik di Cincin Separuh Hati, yang salah satunya adalah saat masa lalu mencoba meminta maaf, kita punya dua pilihan, terima atau tolak. Saya pikir konflik tersebut adalah konflik mayor di buku ini selain tarik ulur Nilam dan Aryobimo yang mencoba menyelesaikan perselisihan di rumah tangga Aryo.

Hal kedua yang saya favoritkan adalah perwatakannya. Dari mulai Nilam, si keras kepala. Penulis bisa menjelaskannya lewat tindakan-tindakan Nilam yang sulit sekali berdamai dengan masa lalunya, pun pemikirannya yang tak bisa dengan mudah melenyapkan segala memori buruk. Yang apik adalah memang karakter Nilam berwujud dari sebab-akibat peristiwa-peristiwa di masa lampau. Pun Aryobimo, watak keras kepalanya bisa lebih soft dari Nilam. Dia adalah lelaki yang selalu mengedepankan kehormatan perempuan, bisa dibilang dia tokoh hero paling mertabat di buku ini. Alasannya adalah pertama karena ia menikahi istrinya dengan alasan melindungi kehormatan istrinya yang telah hamil duluan dengan lelaki lain. Kedua, ia menjaga selalu perasaan ibunya yang memiliki masa lalu kelam sebagai kupu-kupu malam, maka ia tak mudah menyerah saat rumah tangganya akan remuk. Sosok-sosok lain alias tokoh pendukung pun berperan sesuai porsinya di buku ini. Mulai dari Kanti si sepupu Nilam yang bijak, Nando yang tidak menyerah membantu ayahnya dan Nilam agar kembali berbaikan, juga Mbak Uti sebagai nenek Nilam yang baik hati dan selalu ada untuk Nilam, dan masih banyak lagi.

Dan, part yang paling saya sukai dari buku ini adalah resolusinya. Cara penulis menampilkan penyelesaian masalah di novel ini patut diacungi jempol. Keras kepalanya Nilam membuat gadis itu sadar bahwa sia-sia terus menyimpan dendam. Karena bagaimana pun di dunia ini memelihara hal buruk tak pernah menimbulkan efek positif. Juga mengenai hubungan percintaannya, penulis berhasil mengaitkan hubungan sebab akibat dari banyak tokoh sentral seperti Nilam sendiri, Aryobimo, istri Aryobimo, bahkan ibu Aryobimo turut menyelesaikan konflik baik dengan tindakan yang di luar kesadarannya maupun yang direncanakan.

Mungkin karena buku ini digodok lama oleh penulisnya sejak tahun 2012, sulit bagi saya menemukan kekurangannya. Paling hanya pas bagian awal saja sih dari rentetan sebelum acara reuni dan pas acara reuninya kurang tereksplor lebih detail. Selebihnya, buku genre Amore kedua yang saya baca ini menyuguhkan cerita yang kompleks meskipun setting-nya lokal banget yaitu di Solo. Overall, good job Mbak Netty![]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

D3 Bahasa Inggris Polban

[Review] Rahasia Tergelap by Lexie Xu

[Review] Antologi Rasa by Ika Natassa