Aku belum pernah membuat ulasan tentang Love, Victor season pertama, tetapi tiba-tiba aku langsung membuat ulasannya untuk season kedua yang kutonton tahun ini. Tentu season satunya kutonton tahun lalu. Menonton series ini karena pernah menonton film Love, Simon yang fenomenal itu. Ini adalah spin-off dari Love, Simon. Jika season pertama Love, Victor bercerita tentang bagaimana Victor berusaha coming out (melela) tentang jati dirinya, di season kedua ini lebih menceritakan bagaimana usahanya untuk diakui keberadaannya sebagai ‘dirinya’. Victor adalah remaja SMA yang telah melela sebagai homosexual. Awalnya, ia denial terus menerus karena ia merasa khawatir berkepanjangan. Pada akhirnya, ia berusaha untuk berterus terang kepada semua. Setelah perjalanannya menemui Simon yang membuka matanya bahwa memang tidak ada yang salah dengan menjadi dirinya sendiri apa adanya. Di season kedua ini, Victor masih mendapat ganjalan karena ibunya belum menerima sepenuhnya dirinya. Juga b...