Langsung ke konten utama

Postingan

Resensi Cursed Bunny by Bora Chung (Sebuah Review Singkat)

Cerpen-cerpen tema horor dengan balutan kisah-kisah modern tidak banyak ditemukan di pasaran. Bora Chung, penulis asal Korea Selatan membawa kisah-kisah menyeramkan dalam balutan kehidupan modern yang disandingkan dengan pesan-pesan seputar patriarki dan kapitalisme. Dalam bukunya yang berjudul Cursed Bunny, terdapat sepuluh cerpen yang sebenarnya tidak hanya disajikan dalam satu genre cerita saja. Bora Chung bermain-main pada kisah-kisah horor, fantasi, fiksi ilmiah, bahkan realisme magis. Apa yang sebenarnya Bora Chung ingin sampaikan pada karya pertamanya yang diterjemahkan ini? Adalah kengerian-kengerian dalam mimpi buruk tanpa akhir coba Bora Chung sajikan. Bahwa ketakutan paling dahsyat manusia mungkin adalah hantu-hantu yang bukan berasal dari tempat tergelap, namun mereka yang keluar dari lubuk hati dan jiwa paling hitam manusia itu sendiri. Lewat kelihaian Anton Hur alias sang penerjemah, buku kumpulan cerpen yang memiliki nilai tersendiri yang khas dari penulis Bo
Postingan terbaru

Ulasan Lelaki-lelaki tanpa Perempuan Karya Haruki Murakami

Judul: Lelaki-lelaki Tanpa Perempuan Penulis: Haruki Murakami Terbit: 2022 Penerbit: KPG Ini adalah kali kesekian membaca karya Haruki Murakami. Kali ini aku membaca kumpulan cerpennya. Biasanya yang aku baca adalah novel-novelnya. Kali ini karya-karya cerpen yang aku lahap benar-benar masih mirip dengan karya-karya Haruki Murakami sebelumnya, namun terasa lebih sangat pendek dan ringkas meskipun tercetak sampai puluhan halaman untuk sebuah cerpen yang ia karang di buku ini. Sebagian besar cerpen dalam buku ini telah terbit di koran-koran luar negeri, jadi bisa dicari sebenarnya tetapi dalam Bahasa Inggris. Kebetulan ini adalah karya-karya yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Di dalam buku ini terdapat tujuh cerpen. Cerpen-cerpen tersebut memiliki tema yang selaras yaitu tentang kisah laki-laki yang dikhianati, atau laki-laki yang jatuh cinta namun bertepuk sebelah tangan, atau cerita khas Murakami tentang kesepian dan kesendirian yang tentu saja berpusat ke tokoh

Kesan Pesan Setelah Menonton Drama Korea Twenty Five Twenty One

Ulasan Heartstopper (Review Singkat Series Remaja)

 

Resensi Singkat Gadis Minimarket (Convenience Store Woman) Karya Sayaka Murata

 

Cerpen Bilamana Cinta (Kabar Cirebon, 26 September 2020)

Ini adalah kisah temanku. Kisah yang telanjur terpatri dalam pikiran. Sebuah kisah yang mungkin tidak bisa aku lupakan karena memang benar terjadi dalam hidupku. Temanku berusia hampir tiga puluh tahun, masih melajang dan baru saja berencana untuk berumah tangga. Selama ini ia hanya menjalankan hubungan yang ia labeli sendiri sebagai permainan. Bagaimana itu bukan permainan karena ia tidak pernah serius, sebenarnya bukan dia yang tidak pernah serius, namun perempuan-perempuan yang ia jalin hubungannya saja selalu membuatnya berada di dalam posisi yang sangat sulit. Terakhir, ia mencoba mendekati seseorang yang ia anggap spesial karena menurut perspektif orangtuanya orang tersebut layak diperjuangkan. Orang tersebut adalah tetangga desanya yang sekarang sedang bekerja di Hongkong. Orang tersebut terasa klik pada awalnya namun setelah menjalin hubungan resmi selama beberapa bulan, temanku merasa sangat tidak cocok. Begini alasannya, perempuan itu kerap kali bersebrangan pendapat dengan t

Baca Ulang Lelaki Harimau (Eka Kurniawan)