Langsung ke konten utama

Postingan

Review Novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga (Erni Aladjai)

Postingan terbaru

Review The Star and I by Ilana Tan

  Paperback ,  344 pages Published January 2021 by Gramedia Pustaka Utama

Cerpen Cinta Paling Hebat (Medan Pos, 31 Januari 2021)

              Runa telah merawat ibu sejak dua tahun lalu. Ibu telah divonis memiliki cacar api. Sekujur tubuhnya seperti dibaluri luka bakar. Awalnya tumbuh beberapa cacar sebesar buah jeruk limun kecil di sepanjang tubuhnya, lalu mereka menetas dan satu per satu meninggalkan bekas yang parahnya masih membuat ibu tampak kewalahan.             Runa telah merawat ibu dengan ikhlas. Ia yang beberapa tahun lalu baru pulang dari luar negeri sebagai TKW, lalu pulang ke kampung halaman. Ia terkejut dengan ketiadaan uang yang selama ini ia kirimkan ke bapak dan ibu. Uang itu hanya berwujud rumah dengan model sederhana dengan WC yang sebelumnya tiada. Bagian belakang rumah masih belum sempurna.             Runa tidak pernah marah dengan semua itu. Ia hanya kadang melampiaskan dengan kata-kata ketika ia lelah sendiri dengan dirinya atau kepada adik-adiknya yang semuanya laki-laki. Adiknya alias anak kedua, lelaki itu pergi merantau ke Jabodetabek dan bekerja sebagai buruh. Sedangkan anak bu

Cerpen Transit Hujan (Medan Pos, 20 Desember 2020)

  Kisahku bergulir dari sebuah terminal di kota ini. Aku tak mengenal bapak karena sejak lahir aku tak pernah tahu wajahnya. Sejak kecil di terminal ini aku dibesarkan oleh ibu. Benar, ibu yang selalu bersusah payah menjual beberapa botol air mineral ke sana kemari. Ibu yang sabar uang dagangannya kadang dipalak oleh preman-preman terminal yang tidak berperasaan.

Cerpen Mom E (Medan Pos, 29 November 2020)

Begini, aku memiliki cerita berdasarkan pengalaman nyata lagi. Cerita ini terjadi pada saat aku berkuliah di salah satu politeknik negeri di Bandung. Bukan cerita yang menurutmu mungkin menghibur, namun kamu bisa mengambil beberapa pesan yang kelak bisa kamu gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin akan bermanfaat, mungkin tidak sama sekali. Saat itu aku berkuliah di politeknik tersebut dikarenakan beasiswa yang aku dapat. Bukan beasiswa bergengsi yang diberikan oleh pemerintah untuk siswa yang hebat. Tetapi, mungkin aku mendapatkan beasiswa itu karena nilai-nilaiku mencukupi saja plus mungkin karena aku bukan dari kalangan berada. Maka, aku mendapatkan beasiswa tersebut. Aku terjun ke jurang yang aku sangka dangkal. Ya, aku memilih jurusan yang mungkin setengah hati aku cintai. Aku masuk jurusan Bahasa Inggris, padahal aku hanya suka berbicara dengan kosa kata terbatas. Maka, aku seperti menjatuhkan diri ke kolam yang dalam. Karena pada akhirnya aku berkutat dengan tata bahasa

Cerpen Mencintaimu (Kabar Cirebon, 24 Oktober 2020)

                Ini kisah tentang Arum yang kala itu tengah hendak menemui kekasihnya. Hal yang tidak bisa Arum sangka adalah ada seseorang tengah mengobrol asyik dengan kekasihnya. Orang tersebut adalah sahabat Arum. Lebih tepatnya mantan sahabatnya yang dulunya merupakan kekasih dari kekasih Arum. Bagaimana bisa mereka menjadi sehangat itu, padahal Arum dan mereka masih bermasalah.             Arum lalu mengurungkan niatnya menuju ke sana. Arum menuju rumah sakit tempat ibunya dirawat karena penyakit kanker yang menggerogotinya. Hatinya selalu patah tiap kali menghadapi sang ibu yang harus mengalami terapi setidaknya dua minggu sekali. Ada rasa yang tidak kenal akhir-akhir ini diam-diam seperti menyelinap dalam diri Arum. Seseorang dengan masker selalu memperhatikannya dari jauh. Mungkin itu seorang pria dilihat dari badannya yang tegap dan lumayan atletis, dan tentu saja ia tinggi.             Ibu hari itu diantar juga oleh Nesa, adik Arum yang sedang berkuliah manajemen di kota

Review Cerita-cerita Bahagia, Hampir Seluruhnya (Norman Erikson Pasaribu)