Langsung ke konten utama

[Artikel] Kenapa Suka Baca Buku Anak?




Membaca adalah hal menarik bagi saya. Hal yang sering saya lakukan dan saya sadari bahwa hal tersebut berdampak baik bagi saya. Banyak bacaan yang saya gemari, dari mulai bacaan yang berat sampai yang ringan. Jujur saja lebih banyak yang ringannya. Terlebih fiksi, saya selalu menemukan hal yang tidak saya temukan ketika membaca nonfiksi. Adalah keinginan untuk terus membuka lembar demi lembar dalam waktu yang cukup lama. Lalu langsung saja ke inti tulisan ini, kenapa sih saya suka membaca fiksi anak, padahal udah gede, gak malu ama umur? Hehe … setidaknya ada tiga alasan. Pertama karena bacaan anak adalah nostalgia bagi saya, lewat bacaan anak saya banyak menemukan perspektif baru, dan yang terakhir sebagai media belajar.

Hal pertama adalah sebagai nostalgia. Sewaktu kecil saya kesulitan sekali mendapatkan buku yang khusus untuk bacaan seumuran saya waktu itu. Buku-buku saya ya lebih banyak buku pelajaran, saya fine-fine saja. Sampai akhirnya saat saya besar, saya menempuh belajar di kota, dan voila akses buku di kota lumayan mudah untuk segala genre. Saya mencoba membaca bacaan yang saya sulit temukan waktu kecil, bacaan untuk anak. Entah kenapa banyak membaca bacan untuk anak ketika seusia segini membuat saya sadar, mungkin saya baru mendapatkan kesempatan saat ini, ya apa boleh buat, toh dengan membaca bacaan anak saya pun tak sengaja menemukan topik tugas akhir saya, lah kok membahas ini?

Yang kedua lewat membaca bacaan anak, saya menemukan perspektif baru. Anak-anak itu cenderung punya keingintahuan yang sangat tinggi. Mungkin saat anak-anak pun saya demikian, tetapi entah kenapa saat saya membaca bacaan anak, yang terlintas di benak saya adalah OMG anak-anak Indonesia apakah seekstrem di novel-novel atau buku cergam anak? Kalau memang begitu saya amat bersyukur. Banyak hal yang saya dapatkan ketika membaca bacaan anak, hal-hal yang sebelumnya tidak saya ketahui menjadi saya paham, hal-hal yang sebelumnya saya merasa tabu jadi sekarang mengerti, saat banyak hal baru yang saya dapatkan ketika membaca bacaan anak maka saya langsung berdecak, oh kenapa masa kecil saya tidak dipenuhi dengan bacaan-bacaan bermutu yang penuh gambar menarik dan moral value?

Dan yang terakhir sebagai media belajar. Bacaan anak membuat saya ingin sekali menulis juga bacaan anak. Memang sepertinya tulisan genre ini hadir dengan kesulitannya sendiri, untuk menulis bacaan untuk anak, penulis wajib harus berperan sebagai anak-anak. Saya ingin sekali bisa piawai menulis bacaan untuk anak-anak. Karena menurut saya tulisan untuk anak itu menarik karena penuh kepolosan namun harus sesuai logika, tentu logika anak-anak.

Akhir kata, saya selalu percaya bahwa setiap bacaan itu bermanfaat termasuk bacaan anak-anak. Saya tetap menyukai dan akan terus menyukai bacaan anak karena bacaan anak adalah nostalgia bagi saya, lewat bacaan anak saya banyak menemukan perspektif baru, dan yang terakhir bacaan anak adalah sebagai media belajar. Saya bahkan mencantumkan genre yang menarik bagi saya ini di Goodreads, genre bacaan anak. Hemmm … apalagi jika sudah merujuk ke bacaan anak di luar negeri. Saya sangat suka semenjak membaca novel James Patterson berjudul The Final Warning.[]


Komentar

  1. Wah! Suka bacaan anak juga ya? Toss dulu kita :)

    Your gonna be a great bookworm daddy someday! ^^

    Aku juga suka banget sama buku-buku anak, dan aku sangat merasakan manfaatnya loh! Selain jadi lebih terbuka dan mengerti dunia dan perspektif anak, menyukai buku anak akan memudahkan kita menularkan kebiasaan yang sama kepada anak-anak.

    Contohnya saja anak sulungku yang karena terbiasa kubacakan buku sejak masih dalam kandungan, diusia belum 4 tahun dia sudah mulai aktif memilih sendiri bacannya (meski belum lancar membaca kala itu dan masih minta dibacakan), tapi begitu usia 4 tahun, dia sudah bisa membaca sendiri (tanpa perlu ikutan les ini itu seperti kebanyakan anak2 seusianya sekarang).
    Aku yakin ini tak lepas dari kebiasaannya membaca buku sejak dini. :)

    Ah! Jadi curhat panjang lebar deh! Hehehe.

    Oh iya, kalau tertarik, silakan berkunjung ke pelahapkata.wordpress.com ya. Di sana aku juga mereview beberapa buku anak (meski memang baru untuk anak-anak usia balita). Siapa tahu kamu tertarik :)

    BalasHapus
  2. oke sip mbak, nanti aku berkunjung ya ... hehehe ... bacaan anak ya? hemmm.. mungkin aku cuma mengulang nostalgia aja kali ya? karena waktu aku kecil jarang banget baca buku anak, ckckck, terutama yang menarik-menarik penuh ilustrasi itu, hehehehe ... oh ya paling bacaanku hanya seputar majalah anak, Bobo, Donal Duck, dll ...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

D3 Bahasa Inggris Polban

[Review] Rahasia Tergelap by Lexie Xu

Review Novel ‘I am Yours’ Karya Kezia Evi Wiadji

Sinopsis Awalnya Amelia dijadikan sasaran empuk Alex. Playboy itu menginginkan Amelia menjadi pacarnya karena gadis itu mungil dan tampak energik. Sahabat Alex, David selalu setuju dan memaklumi temannya yang buaya darat itu, ia percaya bahwa kali ini Alex tidak akan bertingkah lagi. Karena sebenarnya David pun mencintai Amelia, melebihi Alex, melebihi perkiraan Amelia yang sebenarnya. Dalam usahanya menjadikan Amelia pasangannya, Alex selalu mengajak David, dan Amelia selalu mengajak sahabatnya Sandra yang diam-diam sepertinya mencintai David. Detik berlalu, menit berganti, dan tentu saja ada yang berubah, ada yang mengalami proses dengan cepat. Alex kini resmi menjadi pacar Amelia.             Namun, dalam prosesnya lama-kelamaan Amelia tidak senang dengan kehadiran Alex lagi. Saat ia tahu ada seseorang yang mengandung benih Alex, ia juga dihadapkan pada perasaan hangat David yang datang dengan sangat tepat—saat cintanya berubah jadi benci pada Alex. Sanggupkah Amelia memilih di antara…