Langsung ke konten utama

Sajak 1


Semusim dan Semusim Lagi


Daun retak tengah menggembur bersama sulur takdir
Menyatu lenyap mengukir
Tandus mencipta hara
Dan harap pun tumbuh setelah cinta mati
Kau dan aku
Sejenak mari kita bicara tentang hujan
Yang entah kapan singgah
Rindu kita punah
Memudar membujur bentuk pelangi
Hilang diterjang guntur bernama masa lalu

Apakah abad-abad akan kembali
Pada muara kasih
Sayang menyisa, sepi datang
Semusim dan semusim lagi
Berharap dan berdoa untuk kesekian kali
Menegur dan sholat kembali
Runtuh dan kemudian sadar kembali

Hidup adalah elegi
Dan ajal merupa ode abadi
Semusim dan semusim lagi
Setelah mati, kehidupan akhirat menanti ....

Cirebon, 9 Juni 2013
___________________________
Dimuat di Forum Dialektika Cirebon, Juni 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

D3 Bahasa Inggris Polban

[Review] Rahasia Tergelap by Lexie Xu

[Review] Antologi Rasa by Ika Natassa